Life begin at 40, kata kebanyakan orang. Usia saya sudah satu tahun melebihi
angka itu. Jadi saya sudah menempuh setengah perjalanan hidup, itupun bila Sang
Pemberi Hidup mengizinkan saya hidup sampai usia 70 tahun. Kematian itu
misteri, tak ada yang tahu kapan dia akan datang menjemput. Duh, andaikan dia
datang menjemput lebih cepat, bekal apa yang bisa saya bawa pulang?
Bila ingat hal itu, saya tidak ingin
menyia-nyiakan waktu saya. Menghindar dari orang-orang yang lebih sering
berkata negatif, menjelek-jelekkan orang lain sambil menunjukkan dirinyalah
yang hebat. Saya juga tidak ingin melewatkan kesempatan untuk lebih mencintai
dan memperhatikan istri, anak, orang tua dan saudara-saudara saya. Ingin
semakin cepat mewujudkan bintang terang atau mimpi-mimpi saya. Semakin tua,
saya juga semakin senang membaca artikel tentang kesehatan, kematian dan kisah
hidup banyak orang. Dan lebih dari semua itu, saya ingin semakin dicintai
penduduk langit dan memberi manfaat dan makna hidup bagi sebanyak-banyaknya
bagi penduduk bumi.
Semakin mendalami hal itu saya
semakin yakin bahwa sebelum ”kita pulang” dijemput kematian, kita harus meninggalkan
sesuatu yang berarti bagi keluarga, sahabat dan komunitas. Sesuatu yang berarti
bukanlah selalu harta. Banyak orang besar dunia yang telah tiada dikenang bukan
karena warisan kekayaannya. Mereka dikenang karena ”membebaskan” kebodohan,
penindasan, kemiskinan. Mereka dikenang karena telah banyak mengubah makna
hidup yang lebih hakiki dan penuh arti. Mereka juga dikenang karena bisa
dijadikan tauladan kebaikan, perjuangan, kontribusi dan kegigihan menjalani
hidup.
Untuk menuju hidup yang lebih
bermakna, saya menyarankan Anda untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang akan
selalu menginspirasi dan memprovokasi hidup Anda. Saya sudah mempelajari banyak
kehidupan orang hebat, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Salah
satu kelebihan mereka dibandingkan yang lain adalah mereka lebih disiplin
melakukan refleksi dan introspeksi diri. Jadi, ajukanlah pertanyaan-pertanyaan
yang berharga dalam hidup Anda. Kualitas pertanyaan akan mengarahkan kualitas
kehidupan Anda.
Kebanyakan orang tidak pernah tahu
bagaimana cara menjalani hidup, dan baru mengetahuinya ketika kematian telah
dekat. Namun pada saat itu sudah benar-benar terlambat. Maka segeralah ajukan
pertanyaan-pertanyaan penting dalam kehidupan Anda.
Untuk membantu Anda, saya biasanya
setiap pagi dan menjelang tidur mengajukan lima pertanyaan yang sering saya
ajukan pada diri sendiri. Ajukanlah pada diri sendiri kelima pertanyaan itu,
hari ini juga. Tuliskanlah jawaban Anda dalam buku ini atau jurnal yang telah
Anda miliki. Pikirkan jawaban itu. Renungkan jawaban ini. Diskusikan jawaban
itu dengan diri Anda sendiri.
Bayangkan bahwa hari ini adalah hari
terakhir dalam hidup Anda dan sang penjemput kematian telah menunggu di depan
rumah Anda. Lalu bertanyalah pada diri sendiri:
a. Apakah saya sudah mewujudkan banyak prestasi dalam hidup?
b. Apakah saya menjalani kehidupan dengan sepenuh hati?
c. Apakah saya mencintai dengan baik orang-orang di sekelilingku?
d. Apakah dunia yang kutinggalkan jauh lebih baik dibandingkan ketika aku hadir di muka bumi? Apa yang sudah aku perbuat?
e. Apakah Sang Pencipta tersenyum menyambut ”aku pulang”?
a. Apakah saya sudah mewujudkan banyak prestasi dalam hidup?
b. Apakah saya menjalani kehidupan dengan sepenuh hati?
c. Apakah saya mencintai dengan baik orang-orang di sekelilingku?
d. Apakah dunia yang kutinggalkan jauh lebih baik dibandingkan ketika aku hadir di muka bumi? Apa yang sudah aku perbuat?
e. Apakah Sang Pencipta tersenyum menyambut ”aku pulang”?
Saya berharap jawaban-jawaban Anda
akan membantu Anda menjalani hidup dengan penuh makna, bergairah, dan bersuka
cita. Berpikirlah jernih. Bahwa kita hadir dimuka bumi ini bukan untuk menjadi
beban dan sampah, kita hadir untuk memberikan arti dan makna. Jadi, jangan
tunda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas hari ini juga.
Pepatah China mengatakan: ”Hari
terbaik pertama untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Dan hari terbaik
kedua adalah hari ini”. Saya yakin Anda tak ingin kehilangan hari terbaik
kedua itu. Jadi, jawablah dan tuliskanlah jawaban Anda hari ini juga.
Tulisan ini adalah tulisan saya yang dimuat di majalah Garuda untuk edisi Desember 2009, Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini (JA)
Tulisan ini adalah tulisan saya yang dimuat di majalah Garuda untuk edisi Desember 2009, Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini (JA)
Agar Hidup Lebih Bermakna

Alhamdulillah, kemarin sore saya dapat meluangkan waktu untuk mengikuti pengajian bulanan yang diadakan oleh kantor saya, berikut pelajaran yang bisa saya bagikan kepada Anda semua khususnya dapat dijadikan pelajaran buat diri saya sendiri. Ada empat hal membuat hidup bermakna:
- Jalani hidup dengan sabar dan syukur. Semua manusia yang hidup di dunia pasti mempunyai masalah, jangan menganggap masalah yang kita hadapi adalah masalah yang terberat diberikan Allah untuk hidup kita, seorang guru SD saja tidak mungkin memberikan soal ujian kepada murid kelas 1 SD untuk menjawab soal anak kelas 6 SD. Apalagi Allah yang telah menciptakan kita, pastinya Allah lebih paham mengenai kemampuan kita. Ingat semua gembok pasti memilliki kunci jadi gak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
- Isilah hidup dengan karya-karya tebaik. Menjalani hidup dengan dengan sebaik-baiknya dan mengahsilkan karya-karya terbaik yang bermanfaat bagi orang lain, maka akan terasa sangat indah.
- Jalani hidup dengan hati dan nurani. Apapun yang dijalani dengan hati maka akan terasa menyenangkan. Allah telah memberikan hati nurani kepada semua orang, tinggal bagaimana kitanya saja mengasah kepekaan nurani kita dan menggunakannya.
- Jalani hidup dengan kekuatan doa. Doa adalah senjata kaum Muslimin. Barangsiapa yang berdoa dan mampu menggetarkan Arsy Allah, maka Allah akan mengabulkannya. Berdoalah kamu sebanyak2nya kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya, jikalau Allah belum mengabulkannya mungkin Allah menunggu waktu yang tepat untuk mengabulkan doa tersebut atau Allah akan mengabulkannya kelak nanti di akhirat.
- Misteri sebab, kita tidak tau apa yang menyebabkan kita meninggal, seseorang yang punya penyakit ginjal saja belum tentu meninggal karena penyakit ginjal.
- Misteri waktu, kita tidak tau kapan kita bisa meningga, bisa 1 menit lagi, 1 jam lagi, besok pagi, minggu depan, atau bahkan orang-orang tercinta kita yang bakalan meninggal terlebih dahulu.
- Misteri tempat, kita tidak tau dimana kita bisa meninggal, bisa dikantor, bisa dijalan atau bisa di mekkah saat pergi menunaikan ibadah haji.
No comments:
Post a Comment